Kota Kembang



Berlibur ke kota Bandung menjadi kesenangan tersendiri. Rasanya tidak akan pernah bosan. Pariwisata, pendidikan, sampai dengan kebersihan kotanya, menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Berawal dari ajakan kak Adhy Ngurajeka, yang ingin ke kota Bandung. berhubung karena aktivitas saya free, maka kitapun bersiap-siap dan berangkat dengan ala Backpeker. :)

Kami berangkat ke terminal Lebak Bulus dengan naik angkot selama 30 menit, sebenarnya dekat cuman biasalah, macet. :) setelah kami sampai diterminal Lebak Bulus. Kami tidak tahu tempat mangkalnya Bis Primajasa jurusan Lebak Bulus-Bandung. Dengan bertanya ke orang lain, orang itu menunjuk ke Terminal utama. Dengan berjalan kurang lebih 100meter. Setelah sampai, kami bertanya lagi. "tempat mangkalnya bis Primajasa dimana yah pak?" Tanyaku. "Noh noh. Tuh didalam (sambil nunjuk). Terus nanyain sopir yang ada di sono ." Kata bapak. Dengan berjalan beberapa langkah kami disamperin oleh 2 orang pengendara motor. "Mau kemana dek". Tanya pengendara. "Mau ke Bandung Bang. Tapi, nyari bis Primajasa." Jawab kak Ngurajeka. Kami ditawari untuk menggunakan jasa antarnya dengan menunjuk kearah yang jauh. Kami menolak untuk diantar karena kita masih bisa jalan :).  2 pengendara itu tetap memaksa untuk digunakan jasanya. Karena kita berpikiran panjang, kamipun mengalah dan mau di anterin oleh mereka dengan syarat cuman bayar Goceng, dan mereka menyetujui. Setelah kami sampai ditempat bis primajasa, mereka minta 15rb. Yah mereka adalah calo. Ditambah lagi tempat yang di anterin adalah tempat yang tadi kami pertama singgahi. Hemm,,apes kan. Tapi itu semua adalah pengalaman teman. Jadi, kita ambil sebagai pembelajaran bagi kita semua, ada pengecualian dari kata "malu bertanya sesat dijalan". Kata itu hanya bisa berlaku di tempat atau wilayah tertentu. Di Ibukota ini, hanya bisa mengandalkan kemampuan kita, kalau tips saya sih, teman-teman jangan gampang bertanya kalau di kota-kota besar. bertanya boleh tapi lihat orangnya.

Tak lama menunggu, bis jurusan Lebak bulus-Bandung sudah tiba. kami mengambil kursi saf tengah sebelah kiri kondektur. Dalam perjalanan kami disuguhkan dengan indahnya barisan gunung-gunung yang membentang disisi kiri dan kanan jalan. perjalanan Jakarta-Bandung menempuh jarak kurang lebih 150km dengan waktu tempuh 4-5 jam. Cukup lama kan? Untung aja ada lagu "crush-David Archuleta" dan lagu-lagu Script Band yang menemani  disepanjang perjalanan saya. Hehe :) tapi ada banyak rest area kok. Jadi woles aja teman.

Setelah kami sampai di Bandung tepatnya di terminal Leuwi Panjang. kami nyambung lagi dengan naik angkot ke perempatan jl. Buah batu. Tujuan kami mau ke kost teman kak Ngurajeka yang ada di dekat Telkom University, karena temannya sakit dan tidak bisa jemput kita.  jadi kita ubah tujuan lagi.

Diperempatan buah batu kita tidak tahu mau kemana lagi, dengan berjalan hampir 1 km jauhnya. sambil menunggu balasan dari sms teman kak Ngurajeka yang ada di ITB (Institut Teknologi Bandung). Ada kata begini "Banyak teman Banyak rezeky). Hehehe :) itu adalah bahasa yang kami gunakan, dan akhirnya teman kak Ngurajeka mengajak nginap ke kostannya dekat kampus ITB. setelah mengganjal perut disalah satu rumah makan padang di jl. Ir Soekarno. Kamipun berangkat lagi dengan naik angkot 2x baru sampai di jl. Tamansari, dekat kampus ITB. disini kami menunggu lama, dengan berteduh karena derasnya hujan. Setelah hujan redah kami di ajak ketemu di masjid salman ITB. Kami bertemu dengan Raden salah-satu teman kak Fahril Lentera,(Teman yang ngajak nginap). Kak fahril sibuk mengurus sesuatu jadi dia menyuruh temannya untuk menjemput kami di masjid salman ITB. Dan mengantar kami ke kostannya.

Malam pertama di Bandung bersama dengan anak-anak Start up Makassar yang kebetulan ada di Bandung, di Undang oleh intel Indonesia di Hotel Siliwangi Bandung untuk menghadiri acara Gathering Game Develover Bandung. Disini saya bertemu dengan web programmer, game programmer, game disigner serta orang-orang intel indonesia itu  sendiri. Mungkin cuman saya yang hadir malam itu yang berbeda basic, tapi disini saya semakin termotivasi untuk mengembangkan kegemaran saya dalam dunia IT. Dalam materi yang disampaikan oleh Pembicara, disini pemateri mengajak untuk coding, ke alamat web yang disediakan, namanya decoding. Setelah dijelaskan tata caranya, Pemateri mengajak para start up-start up yang telah bergabung, yang mempunyai aplikasi game buatan sendiri atau Tim untuk diperkenalkan dan dipublikasikan gamenya oleh intel Indonesia. Dan game yang mempunyai ratting download paling tinggi itulah pemenangnya, dan pasti ada hadiahnya.

Setelah berbincang-bincang di akhir acara kamipun pulang dan istirahat.Hari pertama di Bandung sudah berlalu, kurasakan pagi kota Bandung yang begitu sejuk udaranya. Planning selanjutnya menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Agate Studio, tempatnya di Telkom Indonesia, tepatnya digedung Inovation & Design Center (IDeC). Disini teman bisa belajar dan bertukar pikiran serta menambah kemampuan dalam berbisnis di dunia IT. karena di BDV (Bandung Digital Valley) ini di khususkan untuk teman yang tinggal dikota Bandung dan suka pada bidang tersebut bisa mengikuti acara-acara yang seperti ini setiap minggunya dan sudah pasti gratis, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang seperti ini di Bandung. setelah mengikuti acara Agate studio kami pun berbincang-bincang dengan CEO Agate Studio yaitu kak Arief Widhiyasa, yang begitu banyak memberi saran dan motivasi bagi kami dalam menjalankan sebuah perusahaan di Bidang IT. Oh yah teman, Agate Studio itu salah satu developer game lokal asal Bandung yang telah menghasilkan 100 lebih game baik untuk personal komputer maupun untuk perangkat mobile. 


Seharian di Telkom Indonesia, malam minggu dikota Bandung, menelusuri setiap sudut jalan di sekitar kampus ITB untuk mencari wifi corner, hehehe wajarlah sebagai anak IT. kak ngurajeka galau tanpa koneksi internet, walaupun wifi cornernya tidak kita dapat tapi kita dapat koneksi di Masjid Salman ITB. Kamipun pulang sekitar jam 23:00WIB dari masjid. Dan lanjut tidur :).

Pagi hari yang kedua di kota Bandung. Agenda selanjutnya, bertemu dengan pak Putu Shinoda beliau adalah salah satu dosen Networking di ITB, dan teman kak Ngurajeka, sambil menunggu beliau di depan ITB. kami mengabadikan sekitaran jalan yang sedang ramai di hari minggu pagi. Yah, setiap hari minggu pagi mengadakan sistem car free day di Bandung. Tak lama menunggu kami pun bertemu dengan pak Putu. Kami diajak untuk keliling kampus ITB, beliau memperkenalkan ruangan satu dengan yang lainnya, di samping itu kami melihat mahasiswa yang begitu antusias dalam mengasah bakatnya dalam strakurikuler yang mereka ikuti. Tidak semuanya kita kunjungi karena kawasan ITB luas, cuman bagian-bagian khusus saja yang kita kunjungi. Setelah lelah dengan menelusuri kawasan kampus, pak putu mengajak kami makan siang di jajanan sekitaran kampus. Lagi dan lagi dapat traktiran hehehe, selama 3 hari 2 malam di Bandung mulai dari tempat nginap sampai dengan makan, semuanya grarisan :v. Kecuali transportasi. Kembali lagi ke kata "Banyak teman Banyak rezeky". 

Setelah bertemu dengan pak Putu Shinoda, agenda selanjutnya ke Telkom University. Kita tidak lama di Telkom University hanya sekedar ingin mengunjungi kampusnya aja, dan mengambil gambar, kalau flashback soal Tel_U sedih rasanya, karena saya dulu lulus Tel_U di jurusan manajemen lewat jalur JPA. Namun, tidak mengambilnya karena dengan keterbatasan biaya :). Tapi itu tidak mengurungkan niat saya untuk menuntut ilmu, dan saat ini masih bisa kuliah, karena bukan dari perguruan tinggi yang berperan besar dengan kesuksesan akan kamu capai, tapi yang berperan besar itu adalah dirimu sendiri.  :)

Setelah mengelilingi sekitaran Tel-U, kamipun pulang ke Jakarta dengan kembali mengambil bis primajasa di Terminal Leuwi panjang. 

Jika teman-teman berkunjung ke kota Bandung dengan hanya 2 orang saja. Haruslah memperluas jaringan jika ingin hemat, hehehe :). Dan bisa juga memakai layanan jasa dengan syarat harus 6-8 orang, agar tetap hemat, dan pastinya harus mengetahui jalan. Tapi tenang aja bro, ada tuh aplikasinya, search aja di google "jalan-jalan kota Bandung". 

Begitu banyak pengalaman yang kudapatkan di Kota Bandung, apalagi dari bidang pendidikannya 2 jempol dari saya. Dari kotanya yang sejuk dan bersih, tempat-tempat wisata yang terkenal ada di Bandung, dan terkenal dengan kota Pendidikan. dan penduduknya yang ramah. Jadi teman nggak bakalan nyesel dan bosan kalau ada di kota Bandung.

Komentar