Edisi Ramadhan



Bulan Ramadhan,  bulan yang selalu di nanti kedatangannya setiap setahun sekali. Bagi kaum muslimin, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan di mana kita memperbanyak amalan kita dan bulan dengan penuh magfirah dan semoga kita keluar dari ramadhan dalam keadaan tak bernoda, dan iman dan taqwa kita kepada Allah swt semakin mantap dan mendapat ridho dari Allah swt. Amin

Bulan Ramadhan selalu menciptakan ceria dan cerita bagi seluruh kaum muslimin di dunia. Di Indonesia awal Ramadhan punya cerita yang berbeda., hampir setiap Ramadhan pemerintah dan Muhammadiyah selalu berbeda dalam penentuan awal Ramadhan. Muhammadiyah selalu melaksanakan puasa satu hari lebih awal dari pihak pemerintah. Namun, kali ini keduanya sama-sama mengawali ramadhan.

Bagi sebagian mahasiswa, Ramadhan menjadi berkah tersendiri, karena akan menghemat uang makan. Hehe :) Pada tahun ini, untuk yang pertama kali saya merasakan puasa di perantauan, jauh dari orang tua. Memang, ada kegaulaun tersendiri tidak bisa berbuka dan sahur bersama kedua orang tua. Dan terlebih ketika harus bangun untuk sahur.

Sedih juga rasanya awal puasa kali ini gak bisa bareng keluarga tercinta. Kegalauan menyertaiku yang notabene hidup sebagai perantau. Yah, beginilah nasib kalau orang yang merantau, hehehe. Hidup sendiri merupakan salah satu konsekuensi yang mesti ku ambil sejak 1 tahun yang lalu demi angan masa depanku yang lebih baik. Jauh dari orang tua dan juga “orang yang disayangi” pastinya udah jadi otomatis dong, gak bakalan bisa ditawar-tawar lagi. Rasa ingat kampung halaman dan masakan orang tua merupakan memori terindahku dalam sebuah perantauan. Bagaimana teman-teman, ada gak yang puasa pertamanya jauh dari keluarga? (klu ada kita senasib broo).

Hari pertama sahur nanti hanya teman se kostan yang menemani sahur kali ini di keheningan malam di saat orang lain sedang bersukacita menyambut awal Ramadhan bersama keluarga yang di cintai.
Apa daya hanya tetes air mata, rindu dan galau. Tapi semua kesedihan dan kegalauan itu tidak menghalangiku untuk tetap melaksanakan ibadah puasa. Saya masih bersyukur karena Allah SWT masih mempertemukanku dengan Ramadhan tahun ini.

Terakhir tak lupa saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Minal aidzin walfaidzin.

Komentar